Halo, jadi seperti yang kita udah tahu, pas lagi ada aksi super damai 212, ada yang ngebagiin sari roti secara cuma-cuma. Saya nggak bakal ngasih gambar karena gue nulis lewat hp, search aja di google "sari roti 212" dan "boikot sari roti", pasti banyak beritanya. Disini saya cuma mau menyampaikan opini aja dan GAK BERHUBUNGAN SAMA 212-NYA.
Lalu, supaya nggak dianggap berbohong atau membela suatu pihak, dari perusahaan Sari Roti itu buat klarifikasi, kalau mereka nggak bagiin itu secara cuma-cuma, tapi memang ada yang beli lewat agen mereka dan diantar pakai sepeda yang biasa buat jualan. Kalau saya nggak salah lihat, ada kertas ditempel di sepeda, tulisannya "gratis untuk mujahidin". Hoooo, okay.
Setelah pengumuman klarifikasi itu keluar di websitenya dan menjadi viral di media sosial, orang-orang ngamuk! Lho, kenapa? Ya, karena mereka menganggap kalo klarifikasi itu menyakiti kaum muslimin yang turun di aksi 212.
http://m.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/12/07/oht5tc396-aksi-boikot-ramai-sari-roti-sepi-pembeli
Di berita ini, ada yang setuju saja kalau Sari Roti diboikot, karena katanya, buat apa komentar lagi tentang barang yang sudah dibeli dan seakan tidak mau terlihat mendukung aksi 212. Waduh, kalau menurut saya sendiri, kalau memang perusahaan itu nggak mendukung aksi 212, terus mau apa? Memangnya semua harus mendukung aksi itu? Selain itu, bagus dong mereka klarifikasi, jadi mereka mengungkapkan yang sebenarnya. Kalau mereka tidak mengklarifikasi, memangnya kamu mau, sudah senang-senang, "Yes didukung sama sari roti blablabla," padahal, bukan mereka yang kasih. Cuma kebetulan aja produk mereka yang sudah diborong sama seseorang lalu diantar ke lokasi. Saya masih bingung kenapa yang katanya cinta damai, malah ngeboikot Sari Roti. Sampai sekarang, sih, saya belum melihat dimana letak menyakiti kaum musliminnya.
Di berita ini, ada yang setuju saja kalau Sari Roti diboikot, karena katanya, buat apa komentar lagi tentang barang yang sudah dibeli dan seakan tidak mau terlihat mendukung aksi 212. Waduh, kalau menurut saya sendiri, kalau memang perusahaan itu nggak mendukung aksi 212, terus mau apa? Memangnya semua harus mendukung aksi itu? Selain itu, bagus dong mereka klarifikasi, jadi mereka mengungkapkan yang sebenarnya. Kalau mereka tidak mengklarifikasi, memangnya kamu mau, sudah senang-senang, "Yes didukung sama sari roti blablabla," padahal, bukan mereka yang kasih. Cuma kebetulan aja produk mereka yang sudah diborong sama seseorang lalu diantar ke lokasi. Saya masih bingung kenapa yang katanya cinta damai, malah ngeboikot Sari Roti. Sampai sekarang, sih, saya belum melihat dimana letak menyakiti kaum musliminnya.
![]() |
| Salah satu cuitan yang saya dapat dari hashtag #boikotsariroti |
"PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk. senantiasa berkomitmen menjaga Nasionalisme, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika dengan senantiasa berusaha untuk menjadi perusahaan kebanggaan Indonesia."
Nah, poin itu diprotes karena dianggap secara tidak langsung mengatakan Aksi 212 adalah aksi yang berkebalikan dengan poin diatas. Saya... masih juga gagal paham. Jelas-jelas dikatakan dia berkomitmen dengan berusaha menjadi perusahaan kebanggaan Indonesia, nggak ada bahas aksi 212 sama sekali. Tapi ya... sudahlah.
![]() |
| Klarifikasi dari Sari Roti |
Setiap orang punya alasan tersendiri mengapa memboikot Sari Roti, tapi c'mon, kalian nggak kasian sama tukang sari roti gerobak yang nggak tau apa-apa tapi jualannya nggak kesentuh sama sekali?
http://m.tribunnews.com/techno/2016/12/09/kisah-sedih-penjual-sari-roti-saya-nggak-ngerti-ada-apa-sampai-hari-ini-belum-laku-sama-sekali
Apa lagi kalau sampai bawa-bawa direksinya pendukung A*** lah, punya keturunan C*** lah. Nggak nyambung dan kenapa senjatanya harus SARA, saya masih gagal paham, hahahah. Saya sempat lihat postingan di LINE, yang isinya mengecam kenapa kalau boikot Sari Roti harus diinjak dan difoto. Kalo junjunganmu memang Rasulullah, ingat dong, katanya nggak boleh buang-buang makanan.
Ayo lah, berpikir panjang sedikit. Kalau niat kalian boikot Sari Roti itu supaya profit mereka turun drastis, yang bakal kena imbas paling besar pasti pekerjanya, bukan direksinya. Sahamnya aja kemarin katanya turun, sekarang sudah naik lagi. Semangat aja sih buat umat muslim, termasuk saya, semoga kedepannya bisa berpikir lebih panjang dan tidak merugikan yang lain.
P.s. kenapa saya tidak mau berkomentar tentang aksi 212? Karena saya belum melihat aspek yang bisa saya komentari, lagi pula, kalau saya komentar, nanti kesannya saya sok tahu dan saya tahu ada beberapa orang di facebook saya yang akan sedikit butthurt. Cheers. :)

