Saturday, December 10, 2016

Boikot Sari Roti!

Halo, jadi seperti yang kita udah tahu, pas lagi ada aksi super damai 212, ada yang ngebagiin sari roti secara cuma-cuma. Saya nggak bakal ngasih gambar karena gue nulis lewat hp, search aja di google "sari roti 212" dan "boikot sari roti", pasti banyak beritanya. Disini saya cuma mau menyampaikan opini aja dan GAK BERHUBUNGAN SAMA 212-NYA.

Lalu, supaya nggak dianggap berbohong atau membela suatu pihak, dari perusahaan Sari Roti itu buat klarifikasi, kalau mereka nggak bagiin itu secara cuma-cuma, tapi memang ada yang beli lewat agen mereka dan diantar pakai sepeda yang biasa buat jualan. Kalau saya nggak salah lihat, ada kertas ditempel di sepeda, tulisannya "gratis untuk mujahidin". Hoooo, okay.

Setelah pengumuman klarifikasi itu keluar di websitenya dan menjadi viral di media sosial, orang-orang ngamuk! Lho, kenapa? Ya, karena mereka menganggap kalo klarifikasi itu menyakiti kaum muslimin yang turun di aksi 212.

http://m.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/12/07/oht5tc396-aksi-boikot-ramai-sari-roti-sepi-pembeli
Di berita ini, ada yang setuju saja kalau Sari Roti diboikot, karena katanya, buat apa komentar lagi tentang barang yang sudah dibeli dan seakan tidak mau terlihat mendukung aksi 212. Waduh, kalau menurut saya sendiri, kalau memang perusahaan itu nggak mendukung aksi 212, terus mau apa? Memangnya semua harus mendukung aksi itu? Selain itu, bagus dong mereka klarifikasi, jadi mereka mengungkapkan yang sebenarnya. Kalau mereka tidak mengklarifikasi, memangnya kamu mau, sudah senang-senang, "Yes didukung sama sari roti blablabla," padahal, bukan mereka yang kasih. Cuma kebetulan aja produk mereka yang sudah diborong sama seseorang lalu diantar ke lokasi. Saya masih bingung kenapa yang katanya cinta damai, malah ngeboikot Sari Roti. Sampai sekarang, sih, saya belum melihat dimana letak menyakiti kaum musliminnya.

Salah satu cuitan yang saya dapat dari hashtag #boikotsariroti
Ada pula yang bilang salahnya karena pernyataan dari PT Nippon seakan-akan mengartikan bahwa aksi 212 adalah kegiatan politik. Ok, kalo itu saya belum bisa komentar. Di Facebook juga saya lihat ada yang memprotes poin kedua dari klarifikasi.
"PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk. senantiasa berkomitmen menjaga Nasionalisme, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika dengan senantiasa berusaha untuk menjadi perusahaan kebanggaan Indonesia."
Nah, poin itu diprotes karena dianggap secara tidak langsung mengatakan Aksi 212 adalah aksi yang berkebalikan dengan poin diatas. Saya... masih juga gagal paham. Jelas-jelas dikatakan dia berkomitmen dengan berusaha menjadi perusahaan kebanggaan Indonesia, nggak ada bahas aksi 212 sama sekali. Tapi ya... sudahlah.
Klarifikasi dari Sari Roti

 Setiap orang punya alasan tersendiri mengapa memboikot Sari Roti, tapi c'mon, kalian nggak kasian sama tukang sari roti gerobak yang nggak tau apa-apa tapi jualannya nggak kesentuh sama sekali?
http://m.tribunnews.com/techno/2016/12/09/kisah-sedih-penjual-sari-roti-saya-nggak-ngerti-ada-apa-sampai-hari-ini-belum-laku-sama-sekali
Apa lagi kalau sampai bawa-bawa direksinya pendukung A*** lah, punya keturunan C*** lah. Nggak nyambung dan kenapa senjatanya harus SARA, saya masih gagal paham, hahahah. Saya sempat lihat postingan di LINE, yang isinya mengecam kenapa kalau boikot Sari Roti harus diinjak dan difoto. Kalo junjunganmu memang Rasulullah, ingat dong, katanya nggak boleh buang-buang makanan.

Ayo lah, berpikir panjang sedikit. Kalau niat kalian boikot Sari Roti itu supaya profit mereka turun drastis, yang bakal kena imbas paling besar pasti pekerjanya, bukan direksinya. Sahamnya aja kemarin katanya turun, sekarang sudah naik lagi. Semangat aja sih buat umat muslim, termasuk saya, semoga kedepannya bisa berpikir lebih panjang dan tidak merugikan yang lain.

P.s. kenapa saya tidak mau berkomentar tentang aksi 212? Karena saya belum melihat aspek yang bisa saya komentari, lagi pula, kalau saya komentar, nanti kesannya saya sok tahu dan saya tahu ada beberapa orang di facebook saya yang akan sedikit butthurt. Cheers. :)

Monday, November 28, 2016

Aku tahu, sakit hati ini lebih perih daripada luka saat jatuh dari sepeda.
Aku tahu, sakit hati ini lebih ngilu dibandingkan saat gigiku dicabut.
Aku tahu, sakit hati ini lebih sesak dibandingkan berlari 1,6 km tanpa berhenti.
Tapi kenapa aku masih bertahan?
Kenapa?

Aku seperti terikat kepadamu
Tali yang tidak terlihat tapi sekuat baja
Aku tidak bisa lepas.
Aku memang bodoh.
Aku tahu ini akan terjadi.

Dari awal masuk, aku tahu.
Ini hanyalah misi bunuh diri.


14 November 2016

Dikenang dan mengenang.

Yah, jangan salahkan gue yang sering membahas masa lalu, ya? Gue selalu senang membahas masa lalu. Eh, maksud gue bukan sama yang itu (padahal gapunya gebetan, wakwaw). Sama siapapun itu, terutama sama temen baru. By the way, sekarang gue sudah delapan belas tahun lebih hampir dua bulan hidup di dunia ini. Belum banyak yang bisa gue banggakan ke orang-orang, selain hoki gue dalam ngebenerin komputer bermodal google dan nekat (hahahaha).

Gue memulai perjalanan gue di FISIP sebagai single fighter. Kenapa? Karena dari 243 siswa di SMA gue, yang minat dikit, dan kebanyakan pada masuk FH atau FEB. Alhasil, waktu jaman ospek, gue berjuang sendirian dengan aturan dan tetek bengek ospek. Sebagai orang yang SD, SMP, SMA, temen-temennya itu-itu aja, gue cukup kaget. Secara, dulu nggak pake kenalan juga udah kenal. Sekarang, gue harus kenalan lagi, memulai percakapan lagi, membangun hubungan lagi. Begitu terus selama 6 bulan terakhir.

Salah satu kata yang sering muncul saat sedang bercakap-cakap dengan teman baru di kuliah adalah,
"Pas SMA, gue..."
Nggak cuma sekali, dua kali, sering banget. Setelah ngobrol dengan orang-orang, gue baru sadar, kalau kenangan gue di SMA sedikit. Sedikit banget yang bisa gue ceritain ke orang-orang baru ini. Sejujurnya, gue sedikit menyesal. Kenapa nggak dari dulu aja, gue membuka diri dan ikut kepanitiaan segala macem. Minimal, ngurangin jam gabut, deh. Tapi, gue juga kangen SMA dengan segala keteraturannya, baik yang menyebalkan, maupun nggak. Gue orangnya nggak bisa spontan terhadap suatu rencana, makanya gue senang di SMA dan SMP yang kegiatannya sudah pasti sama dan perubahannya sedikit.
Pulang? Pasti antara jam 3-5.
Pergi? Pasti jam 6.30
Begitu saja, berulang setiap hari kerja. Sekalipun gue sempat sibuk dengan Labsproject, nggak pernah sampai mengubah rutinitas gue.

Begitu kuliah, gue sedikit kaget dengan semua ketidakpastiannya. Pergi, kadang jam 6.30, kadang jam 7, kadang jam 1, tergantung mata kuliah apa. Pulang? Kalau ikut kepanitiaan, bisa diatas jam 5, karena harus nyesuain sama semua anggota. Walaupun lagi kupu-kupu, jam pulang gue tetap beragam. Selain itu, faktor jarak dari rumah ke kampus ikut andil dalam kekagetan gue terhadap kuliah. Mungkin orang-orang yang rumahnya di Bekasi dan sekolahnya ke Jakarta, sudah biasa. Tapi gue, yang dari pertama sekolah, sampai SMA, jarak dari rumah ke sekolah cuma sekitar 10 menit, paling macet 20 menit, itu pun jarang, lumayan kaget. Sekarang kuliah di Depok, which is >1 jam dari rumah, dan harus naik kereta dulu. Jaman sekolah, kalau ada jam gabut pasti gue pulang dulu ke rumah dan ngajak temen-temen. Jaman kampus, kalau kegiatannya sore, ya numpang kosan orang.

Belum lama ini, gue berbincang dengan teman gue di kereta. Wajahnya kusut, kelihatan kalau dia sedang bete, katanya bosan di kuliah. Gue tahu dari cerita dia, dulu di SMP dan SMA hidupnya nggak sedatar dan sekosong di kuliah, minimal sehari ada saja cerita. Gue nggak bisa bilang apa-apa, karena kehidupan SMA gue datar banget. Kalau diandaikan, 3 tahun cerita gue di SMA mungkin hanya jadi buku ukuran A5, isinya sekitar 100 halaman. Dulu gue senang dengan rutinitas gue yang itu-itu saja, sekarang... Rasanya jenuh. Gue butuh sesuatu yang bisa gue kenang di masa depan. Nggak sekadar kenangan gue sendiri, tapi kenangan yang bisa dikenang bersama teman-teman.


Dengan segala ketidakpastiannya yang akan lewat tanpa disadari, gue mau di usia yang sudah mendekati kepala dua ini, gue di masa depan akan mengenang masa-masa kuliah dengan kalimat,
"Iya, dulu gue pas kuliah, begini lho..." disertai dengan senyum,
bukan, "Iya, sayang dulu gue nggak..." dengan penyesalan di sudut hati.

Post ini terinspirasi dari postingan teman gue, talkingverbivore.tumblr.com


I didn't take my chances and I regret that ever since.

Saturday, November 19, 2016

Teruntuk Kamu

Teruntuk kamu, yang sedang bermuram durja.

Menatap wajahmu yang penuh perasaan campur aduk
Ada apa?
Kenapa?
Aku tidak bisa mengerti apa yang ada di benakmu
Tetapi aku tahu, kalbumu sedang tumpah ruah

Aku tidak bisa begini terus, katamu
Lalu apa?
Aku ingin memelukmu
Membagi apa yang kau rasakan
Tetapi kamu terus berlari, tak terkejar oleh kaki-kaki lemahku

Dari aku, yang berharap.

Sunday, November 6, 2016

411

I just realized why did they choose 411. :)
Had some debates with some people.

And here I am, talking with talkingverbivore about this issue.
Love this one.

Monday, October 17, 2016

:/

Halo, hai, nggak kerasa udah Oktober lagi aja ya? Nggak kerasa, kayaknya baru ospek, eh sekarang udah mau UTS aja. Comspire seru sih huhu sedikit sedih biasanya pulang malem lantaran nungguin osjur, sekarang gue jadi kupu-kupu.

Image result for kupu kupu gif



Ga deng, maksud gue kuliah-pulang. Gue ikut kepanitiaan kok, nggak segabut itu juga kali. Alhamdulillah, udah nemu temen yang lumayan asik sih hehe semoga aja nggak pas maba doang. Terus apa ya... yah sekarang sembari nulis post ini, gue lagi nulis rangkuman agama, DITULIS TANGAN, dan ini TUGAS, bukan inisiatif gue :) gile aja lo ini gue nulis 20 halaman ada kali. Udah ah wakak gue nggak tau mau nulis apa lagi, butek deh kepala.

Tuesday, October 4, 2016

Invisible
Unreachable
Untouchable
Gone

Run! Run away!
What's real?
What's not?
What's there?
Can't be seen
Useless! They said.

--

She thought it was for the best. Standing in the middle, holding it close to her wrist. She's ready for it. Nobody will miss me anyway, she said. It's touching her pale skin.

Drip.
Drip.
It hurts, but that's okay, she's used to it anyway. It gets bigger with every second passed. Her last thought was how it hurts to see everyone left, like they don't care about her at all. She was laying on the floor, red liquid on her side. She left.

( random thoughts in mpkt a - 28/9/16 )

Sunday, September 25, 2016

Jago ngomong atau jago nulis?

Kemarin kayaknya gue kepikiran mau ngepost sesuatu, tapi berhubung itu pas setengah ngantuk ya... lupa... sepertinya sih ini.

Gue pernah berpikir, kenapa sih anak Komunikasi itu diasosiasikan dengan "jago ngomong"? Kenapa nggak "jago nulis"? Kemarin gue lagi ada acara dan lagi ngomongin tentang MC, terus tiba-tiba seseorang ngomong kenapa nggak gue aja yang jadi MC kapan-kapan, kan anak komunikasi, pasti jago ngomong. Gue langsung kayak yang. "Hah???" Sebagai orang yang sangat mudah kebaca dan canggung, ngomong didepan banyak orang itu sangat bukan gue, itulah kenapa gue nggak kepikiran buat ambil peminatan PR.

Apa memang karena budaya kita yang lebih suka ngomong dibandingkan menulis dan baca? Gue sendiri bukan orang yang suka menulis serius, tulisan gue lebih ya... seperti yang lo liat ini, tulisan gue juga bukan yang dipuji-puji orang, tapi yang gue pikirkan, at least gue menulis. Gue keinget almarhum kakak seseorang, yang waktu meninggal gue kerumahnya, terus entah kenapa nemu blognya dan gue baca postnya sampe yang paling pertama. Orang masih bisa mengingat dia dengan pikiran-pikiran yang dia tuangkan ke bentuk tulisan, yang menurut gue bakal bertahan lama, kecuali blogger tiba-tiba tutup. Jadi ya, itu sih salah satu alasan kenapa gue masih konsisten nulis di blog ini.

Menurut gue, omongan lebih cepet pudar di otak. Tipe belajar gue bukan auditory learning sih, ya. Kalo tulisan, lupa, bisa dilihat lagi. Tapi omongan, kecuali lo rekam, ya hilang begitu aja. Ada sih omongan beberapa orang yang masih nyes di hati gue, tapi gue orangnya cepet lupa kalo lo ngomong kecuali gue emang niat untuk ngedengerin lo, rincinya pun gue inget.

Oke, tugas-tugas gue udah menunggu untuk dikelarkan jadi selamat sore dan selamat besok hari Senin! Ini ada satu rekomendasi lagu dari gue,

Tuesday, September 13, 2016

Sapi dan Idul Adha

(Seringkali gue lihat sapi yang menangis atau matanya memerah semalam sebelum Idul Adha. This one's for you.)

Ah, kenapa aku dibawa ke tempat ini? Kemarin-kemarin aku hidup tenang, makan rumput dan singkong, tapi, kok, sejak disini perasaaanku nggak enak ya?

Duh, perasaan nggak enak ini makin kerasa. Dari tadi aku denger suara-suara aneh, kayak nangis, tapi nggak ngerti juga itu apa.

Air mataku meleleh tanpa ku sadari. Mataku perih, semalaman dengar suara-suara itu, nggak bisa tidur, deh.

Duh, apa sih, ini bocah-bocah pada ngeliatin aku? Emangnya aku tontonan?

Lho, kok makin rame ya di sekitar sini? Aku liat ada beberapa orang bawa benda-benda yang nyeremin. Mau ngapain ya dia? Pakai nepok-nepok badanku segala pula.

Kakiku ditarik pakai tali! Aduh! Kok, mereka kasar banget sih? Sakit! Aku diseret-seret! Mereka bawa benda nyeremin itu! Aku nggak bisa apa-apa. Ini makanya dari kemarin perasaanku nggak enak?

Aku memberontak.
Aku kalah.
Mereka lebih kuat.
Aku kembali terkapar di muka bumi.
Sret.
Crot.
Merah dimana-mana.
Pandanganku memudar.
Aku hilang.

Saturday, September 10, 2016

Minggu pertama.

Hai! Jadi ceritanya, setelah PSAK, dan rusuh-rusuh jakun, akhirnya gue masuk kelas. Beda-beda sih tiap jurusan dapet berapa SKS... dan kebetulan komunikasi dapet 20 sks, ya oke lah. Gue cerita dari hari pertama aja kali ya. Oh iya cerita sedikit, di minggu pertama ini gue selalu kebangun jam 4.30 dengan jantung yang berdetak kencang atau perut yang mules. Apakah gue stres dan tertekan? Kalo dari pengalaman gue sih, iya.

Hari pertama: MPKT A dan Pengantar Ilmu Politik
Jadi hari ini dua-duanya mata kuliah wajib. MPKT untuk universitas, dan PIP untuk fakultas. Gue... agak keder ya. MPKT A itu semacam IPS dan filsafat, nanti di semester dua ada MPKT B, semacam IPA. Bobotnya besar pula, 6 SKS, kalo jelek disini lumayan kan jatuhnya? PIP, kelas gue digabung sama kelas lain karena dosennya nggak ada. Disini juga gue keder karena baru kelas pertama langsung disuruh buat tugas yaitu ngerangkum bab 1 dan 2 buku Dasar-Dasar Ilmu Politik dan bab 1 bukunya Austin Ranney, bahasa Inggris lagi, beneran gumoh bacanya 24 halaman + 65 halaman. Kening mengerut, mata menyipit, otak diperas. Nggak deng ini lebay, cuma ya ngerti kan maksud gue. Abis itu gue main ke kosan temen karena ada opening Comspire 2016 (osjur) jam 5 sore dan kelas udah selesai jam 1 apa 2 ya.

Hari kedua: Presentasi & Penulisan Ilmiah dan Pengantar Antropologi
Ya Allah hindari saya dari kutukan Penulisan Ilmiah karena saya paling benci bikin begituan. Nggak masalah deh kalo disuruh buat cerita atau apa, ini kartul 3.0??? Buset, mana sumber harus dari jurnal atau buku, yikes, kayaknya gue bakal cepat ubanan.
Pengantar Antrop... dosennya nggak ada karena lagi sibuk riset jadi gue gabut, tapi di hari itu gue mau ngumpul kelompok PSAK jam 5 yang jujur saja berakhir zonk.

Hari ketiga: MPKT A (doang)
Hari ini cuma satu matkul, tapi sorenya ada forum pertama Comspire, jauh banget kan jaraknya. Gue selesai kelas jam 10.30, baru forum lagi jam 16.30. Tadinya gue mau pulang, tapi entah kenapa jadinya gue ngikut ke kosan temen, abis itu numpang tidur huhu terima kasih Venia. Forum awal ini masih ngasih tahu ground rules dan lain lain.

Hari keempat: Pengantar Sosiologi, Pengantar Ilmu Komunikasi, dan MPK Seni Batik
Pengantar Sosio gue diajar sama Mbak Evelyn... wah beliau kayaknya aktivis pencinta lingkungan deh, lo kalo diajar dia pasti ngerti maksud gue gimana. Terus Pengantar Ilmu Komunikasi sama Mbak Ken, ngomongnya cepet banget, hahaha, tapi gue masih mudeng sih. Minggu ini MPKS dibatalin (YESSS) jadi gue abis PIK langsung ke Takor dan pulang.

Hari kelima: MPK Agama Islam
Waw. Waw. Waw. Mirip bu E** sekali huhu tapi ini lebih parah. 2 SKS doang bukunya ada 7, dan hampir semuanya beliau yang nulis. Hehe ada apa-apanya nih yeee...

Begitu aja sih pengalaman seminggu pertama gue. Banyak tugas yang membuat gue syok, huhu. Tapi ya, dinikmati aja deh. Gue lagi mencoba ikut kepanitiaan nih, hehe, semoga keterima. Selamat belajar teman-teman semua! Semoga IP gue dan kalian oke. :)


Friday, August 26, 2016

Menuntut Hak Jakun


Pas PSAK kemarin, ada kakak dari SIAGA yang bilang begini,

"Hak itu selalu diperjuangkan. Nggak pernah ada dalam sejarah, kalau hak itu dikasih secara cuma-cuma. Lihat aja, hak kesetaraan gender, hak asasi manusia, harus diperjuangkan kan?"

And I was like... dang right!!!

Kemarin, banyak kejadian yang terkait dengan pembagian jaket kuning atau yang biasa kita sebut jakun. Oke, oke, jadi begini awalnya... di SK Rektor, pembagian jakun itu tanggal 24 dan 25 Agustus 2016. Kenapa dua hari? Karena dibagi dua, 24 untuk reguler, 25 untuk VIP (Vokasi, Internasional, Pararel). Tapi eh tapi, pas padus tanggal 21, pelatih kami alias Pak Sudibyo, bilang kalau ada perubahan pengambilan jakun. Fakultas IPA (kecuali Fasilkom) dan FIA, ambil jakun hari Selasa. Sisanya, fakultas soshum dan Fasilkom, ambilnya hari Rabu.

Kenapa pembagian jakunnya jadi rame begini? Padahal kan udah dibagi 3 hari!Karena sepertinya, fakultas yang ngambil hari Selasa banyak yang nuker sizenya, yang awalnya dari M jadi S. Memang awalnya sih salah di fitting ya, gue sendiri nyoba S ketat di bagian lengan dan ketek, makanya gue ambil M, eh tapi pas dapet ukurannya bahkan pas sama bokap gue?! Itu kali ya kenapa pada nuker dari M jadi S. Tapi stok jakun jadi ngawur dong, awalnya udah dipesen sesuai jumlah tapi tiba-tiba pada nuker ukuran. Dari Selasa malem apa Rabu pagi ya, emang udah ada kabar gitu di grup kalo stok S, XL, dan diatas XL abis, jadi cuma M dan L yang bisa diambil tapi belum fix, dan hari itu ada penutupan Kamaba buat yang reguler. Untung gue yang M sih ukurannya... tapi nunggunya itu lho lama banget, gue dateng jam 7, baru dapet jakun jam 1 lebih, ngga kurang lama apa itu nunggunya? Biar dikata nunggu bareng temen tapi kan tetep sebel.

Besoknya, hari Kamis, temen-temen FISIP gue yang belum dapat jakun ke UI lagi, sekitar jam 11an mungkin ya, gue kurang tahu. Lagi-lagi mereka dikecewakan, jam 2 siang salah satu temen gue, Avi, pulang. Ngga cuma dia aja yang kecewa, masih banyak yang lain. Mereka semua marah. Mereka semua merasa dikecewakan oleh “SK Rektor”. Mereka disuruh balik lagi ke UI hari ini, Jumat. Temen gue, Sisi, sampe akhirnya ngambil ukuran M lantaran dia ngga mau balik lagi ke UI dan ngadepin ramenya orang-orang yang ambil jakun.
“Gue kaya ‘NO I WON’T GO BACK TO DAT SHIT AGAIN’ gue keseret tadi.”
“Keseret gimana?”
“Keseret, kaki gue melayang. Semua orang dorong-dorongan, sepatu gue lepas.”
“Haaah, separah itu?”
“Gue gabisa napas tong, bayangin gue udah jalan gatau arahnya kemana.”

Sorenya, Avi post tulisan dia di LINE.



Banyak yang ngeshare, ngelike, dan tentunya, post begini pasti banyak pro dan kontranya.







Wah dikomentar sama kakak personalia PSAK FISIP UI 2016!!! :D
(Yang namanya Scholastica Gerintya ya, teman-teman.)



ONDE MANDEEE terus kak Ama juga ngeshare!!! (#teamKakAma)

Ada juga yang ngeshare begini,



Menurut gue sendiri, yang ditekankan Avi itu kenapa kita udah susah-susah ikut rangkaian kegiatan Kamaba, yang kalo bolos diancam ditahan jakunnya, eh pas udah ikut semuanya malahan kita diulur-ulur jakunnya? Yang belum dapet jakun tuh mau bukan masalah mau foto-foto, tapi mereka capek. Bolak-balik ke UI, kalo cuma digantungin, apa ngga sakit hati? Kenapa nggak kasih informasi jelas? Kalau memang alasannya, "Kami juga nggak tahu gimana blablabla" ya sekalian saja tunda, jangan disuruh datang cuma buat nunggu nggak jelas. Terhitung hari ini, temen-temen gue masih banyak yang belum dapet jakun, mereka cuma dapet kartu verifikasi. Katanya sih, karena masih tertahan di RPX bandara, besok baru mau dibagi di kuburan bikun.

Kenapa, ketika Avi komentar masalah ini, dia malah dibilang "pengen selfie" ya dan segala macem. Kenapa nggak difokusin ke masalah yang ada? Kenapa UI bisa bermasalah dengan vendor dan segala macem, dan katanya ini masalah tahunan, harusnya dievaluasi dan diberi solusi dong? UI punya satu bulan untuk mempersiapkan jakun, lho. Temen-temen gue di PTN lain, kalaupun ricuh (ngga tau sih iya apa ngga), nggak sampai separah ini. Kenapa universitas lain bisa, UI nggak? Berarti ada yang sesuatu yang pincang kan? Tapi siapa? Ya sudahlah... apa dayaku.
(Please jangan ngomong "ya lo kan milih UI, terima dong", ya bukan itu masalahnya, tapi ini kejadian tiap tahun ada, jadi ya seperti yang gue bilang, harus dievaluasi.)

Oh iya, ngomong-ngomong soal Kamaba... tiap kegiatan Kamaba kecuali PSAF (ospek fakultas) kan ada kartu absennya ya, ini juga ada kasus.
Pas hari Rabu gue emang denger-denger sih katanya ada yang kena skors lantaran ngasih kartu palsu, gue juga kurang tau jelasnya. Tapi yang ini jualan kartu sih, bukan kartu palsu. Dan di grup ada yang kasih link tumblr mentornya yang protes tentang kejadian ini... postnya udah dihapus tapi untung ada yang sempet screencap. Nggak kok nggak dishare nanti dibilang menjelekkan nama almamater sendiri wekekek. Intinya sih kayak kekerasan yang dilakukan salah satu staf, bahkan udah ditahan sama Menwa. Di grup juga emang pada ngomongin sih katanya Menwa sama mas Mantek galak banget kemaren, sampe sempet dorong-dorongan gitu. Capek kali ya... ngerti sih namanya juga udah capek pasti cepet emosi.


Nah, sekarang, gue akan post ini... dan kita liat, apakah besok UI bisa menepati janjinya, memberikan jakun ke para maba yang udah menunggu beberapa hari tanpa kepastian. Selamat malam semua!
Buat Avi, semangat ya Vi! Terus menulis ya, gue suka banget tulisan lo, sering gue baca juga loh tumblr lo. Baca ya guys, talkingverbivore.tumblr.com, salam dari teman PP mu ini :)

((ternyata nulis pake saya capek ya, jadi kaku banget. Mungkin kedepannya gue akan tetap menggunakan kata gue, tapi gue perbaiki kata-katanya jadi lebih... tertata?))

Wednesday, August 24, 2016

Saya kesal.
Saya ingin marah.
Cih!
Siapa kau?

Kau pikir saya tidak tahu?
Sok mempertahankan
Lihat saja, sebentar lagi punah
Dimakan sang waktu

Cuih!
Kalaulah di posisi
Yakinlah kau akan seperti saya
Punah kau dimakan waktu.

Tuesday, August 23, 2016

H+3 PSAK

H+3 PSAK
Kemarin lagi buka Instagram, dan ngelihat ada komentar di instagramnya PSAK, intinya baru pulang PSAK aja udah kangen parah. Ya... saya juga begitu.

Oke, karena kemarin-kemarin belum cerita gimana PSAK, sekarang saya bakal cerita.

Mentoring Terpusat 1 29/7/16
Ini mentoring pertama PSAK, deg-degan sih karena takut ada perploncoan (yha pola pikir maba gimana sih) tapi ternyata MT1 asik!! Kami dibarisin dan kenalan sama anggota dan mentor kelompoknya. Kelompok saya anggotanya ada 9 orang, ketuanya Alvito, dan anak buahnya ya Agnes, Adhelia, Yona, saya, Amel, Dani, Shabin, dan Kiel, mentornya Kak Bayang dan Kak Putri. Di sini masih rada canggung gitu haha secara baru kenalan ya. Kami juga diberitahu tugas kami yaitu membuat CANFIS dan nametag serta atribut-atribut yang akan dipakai. Setelah kenalan dan sosialisasi tugas-tugasnya kami pun ngobrol-ngobrol tentang kampus dll.

Mentoring Terpusat 2 1/8/16
MT2 ini kegiatannya setelah pembukaan Kamaba, yha lumayan sih pencerahan. Saat mentoring, yang dibahas adalah 'Hak Atas Pendidikan Tinggi' untuk tema essay yang akan dikumpulkan. Tapi sesi ini cuma sebentar.

Hari-hari pun berlalu, dan nggak terasa makin deket ke tanggal 15. CANFIS udah selesai karena dicicil (sumpah ini membantu banget), terus nametag. Ya ini nggak usah dibahas ya ntar spoiler dong.

PSAK Hari 1 15/8/16
Yak!!! Ini hari pertama, kami disuruh di UI sebelum jam 6 pagi. Saya sih naik kereta jam 5 jadi nggak telat. Hari ini kami lebih banyak duduk mendengarkan pembicara dan MC yang seru dan lucu. Awalnya, maba dari FIA juga ikut duduk bersama kami mendengarkan penjelasan dari Dekan FISIP dan FIA serta wakil-wakilnya, tapi saat jam shalat zuhur, kami berpisah dengan mereka. Setelah shalat zuhur dan makan siang, ada mentoring keagamaan selama sekitar 30-45 menit. Lalu kami mendengarkan beberapa pembicara, ada yang membicarakan tentang kekerasan dalam pacaran dan pentingnya menjaga lingkungan.
(Ini copas dari CANFIS karena lupa dan males tulis lagi)

PSAK Hari 2 16/7/16
Seperti hari kemarin, PSAK hari ini kegiatan masih lebih banyak duduk. Sumpah men, siap-siap pinggang sakit.

Sekitar jam 10 atau 11, saya ngga ngeh, ada pengenalan program studi, kami yang merupakan maba Komunikasi diperkenalkan kepada sistem akademik dan lain-lain. Setelah itu, kami dibagi-bagi dalam kelompok untuk Comspire atau ospek jurusan. Kami berkenalan dan bermain game dengan koran. Selesai acara, kami dimobilisasi lagi untuk isoma. Setelah isoma akhirnya mentoring lagi, jujur aja saya paling suka sesi mentoring soalnya pasti banyak cerita-cerita yang nggak jelas tapi seru buat didengerin.

PSAK Hari 3 18/8/16 dan PSAK Hari 4 19/8/16 skip ya karena lupa detailnya dan adanya di CANFIS saya yang masih di Kak Bayang

PSAK Hari 5 20/8/16
Wah gila gila gila ini highlight acaranya sih. Dari pagi udah seru banget terus ada kejutan dari para punggawa PSAK :)) dan akhirnya makan di Takor sambil kakak presidiumnya ngenalin para punggawa trus nanti ada waktu buat maba yang mau nyanyi atau dance. Sedih banget denger speechnya Kak Gani :( goodluck kedepannya, Kak! Terus.. waktunya buat foto sama punggawa yang ganteng ataupun lucu. Urat malunya putus. Mantap ces. Abis itu bagi yang mau pulang boleh pulang jam 12-an, tapi karena saya males dan ya... kapan lagi begini, saya pun disana sampai jam 2, lumayan seru ngobrol-ngobrol sama mentor dan teman-teman.
Mentorku yang lucu
(kok kayak tangga ya baru sadar)

kelompok 13 my love
atas: agnes, yona, saya, kak putri, kak bayang, amel, adel, shabin
bawah: vito, dani, kiel


Banyak pelajaran yang bisa diambil dari PSAK, yaitu harus kompak, banyak kontribusi, dan peduli satu sama lain. Selain itu, seringkali para punggawa bilang, "Buku, pesta, cinta". Sedikit cerita, waktu SMP dan SMA, saya pasif banget orangnya, karena memang malas dan kurang suka yang ribet. Sekarang, saya mau coba keluar dari comfort zone, mulai dari tadinya TK-SD-SMP-SMA cuma 10 menit sampai, sekarang sejam lebih baru sampai. Ya, Depok jauh, tapi berhubung orangtua saya menentang saya untuk ngekost, atau mungkin nanti kalau memang saya sudah nggak tahan, saya akan minta ngekost juga. Saya juga akan coba untuk ikut kepanitiaan karena FISIP itu kegiatan yang "berpanitia" itu banyak banget. Doakan saya bisa survive dan punya banyak teman di tahun pertama saya kuliah ya.

Monday, August 22, 2016

Aku terkungkung dalam jeruji yang ku ciptakan sendiri
Katanya, mana jeruji?
Tak bisa dilihat
Tapi menjerat

Lepaskan!
Lepaskan!
Sulit.

Saturday, August 20, 2016

PSAK FISIP UI 2016

Jadi... hari ini PSAK 2016 selesai. Antara senang dan sedih sih ya. Senangnya karena ngga perlu bangun jam 3.30 lagi supaya sampai di UI jam 5.30, tapi sedih banget karena kelompok dan mentor saya orangnya sans dan asik banget. Oke, di post ini saya cerita ya kemarin-kemarin gimana. PSAK FISIP UI 2016 ini dilaksanakan dari tanggal 15-20 Agustus 2016 (dipotong tanggal 17), iya, 5 hari, tapi yakin sama saya, kalian bakal kangen sama PSAK. Di OBM saya kenalan sama orang-orang dari berbagai fakultas, OKK saya ngga ikut, tapi di PSAK, saya kenalan dengan fakultas saya sendiri.


Berhubung saya orangnya mudah terikat dan terlalu sentimental, saya sedih sih PSAK selesai. Soalnya saya suka baca komen kakak mentor di CANFIS :") kayak gimana ya... senang aja bacanya. Nanti kalo PSAK juga ngerti maksud saya. Terus hari terakhir... uh mantap memang ini. Duh mau cerita tapi nanti spoiler.

Oh ya, saya yakin 95% tahun depan bakal ada yang ngesearch di Google gini,

"PSAK FISIP UI 2016"

Karena kemaren-kemaren gue gitu juga!!! Gue nyari sampe yang tahun 2013 hahahha. Tapi serius, apa yang ditulis di blog itu nggak ada apa-apanya dibandingin ngalamin langsung, dan feelnya pasti beda, jadi jangan takut lantaran baca post begini, terus kepikiran untuk ngeskip PSAK ya.



Kesan pesannya terhadap PSAK... seru dan berkesan sangat amat! MCnya apa lagi sih sumpah itu receh sereceh-recehnya, terima kasih untuk Korps MC PSAK FISIP UI 2016 yaitu kak Habibi, kak Nadita, kak Aldi, kak Zahra, dan masih banyak lainnya!!! Kayaknya kak Habibi sama kak Nadita cocok soalnya sama sama receh. Maap ya kak kalo baca ini. Siapa yang mau baca juga sih. Sekali lagi, jangan pernah kepikiran untuk ngeskip PSAK dengan alasan malas atau takut diplonco, karena PSAK cuma sekali, tapi terkenang selamanya. Nggak ada perploncoan juga kok dari yang saya lihat selama 5 hari. Kalo memang nggak salah ya nggak akan kena. Worth it sama capek bangun pagi. Selamat bertemu lagi di PSAK tahun depan!!! 
(((Edisi mau jadi mentor)))

Thursday, August 11, 2016

Cewek + Hormon

Halo aku kembali. Bagi yang sudah melihat post saya kemarin tentang ketakutan saya di kuliah... Maafkan saya. Pengaruh PMS ternyata parah ya. (Mau nyoba pake saya hehe JIJIK AKH cuma ya sudahlah, dicoba dulu.)

Biar lebih jelas, saya akan sedikit menjelaskan apa itu PMS.
PMS itu kepanjangan dari Premenstrual Syndrome, bukan Penyakit Menular Seksual. Beda ya guys, jangan disamain. Biasanya PMS ini terjadi 7-10 hari sebelum siklus (ya, ya, sebut saja siklus, rasanya awkward nyebut di blog.) dan gejalanya meliputi mental dan fisik. Untuk fisiknya, misalnya seperti muncul jerawat, sering lapar (me!!!), nyeri di punggung dan pinggang. Sementara untuk mental, seperti rasa depresi, mudah tersinggung, dan mood labil.

Kalian pasti sering denger kata-kata begini,
"Ah, dia marah-marah mulu, pasti lagi PMS."
Atau buat cowok,
"Gila, cewe gue lagi sensi banget, mau dapet kali ya?"

He. Sebenernya saya agak gimana gitu sama kalimat-kalimat itu, kesannya seperti wanita yang dalam periode tertentu sering marah-marah itu pasti PMS. Saya pernah membicarakan ini dengan teman saya yang feminis garis keras (Hi, El!) ((Dia nggak baca blog ini sih)), dan dia tidak setuju dengan pernyataan di atas. Tapi, sekeras apapun kamu menyangkal, akui saja, ada sisi benarnya kok.

Saya baru mengalami ini beberapa hari lalu. Tanpa alasan jelas, saya ingin marah-marah ke semua orang. Ke adik saya, ke kakak saya, ke keponakan saya, bahkan kepada ibu saya. Kalau dideskripsikan, kira-kira pikiran saya isinya,
"Apaan sih elah."
Selama sehari, atau dua-tiga hari? Pokoknya, dalam periode itu, saya rasanya ingin menemplak seseorang, kalau perlu sampai tangan saya merah dan sakit. Mood saya rasanya hancur lebur.

Kebetulan siang hari itu saya sedang ada kegiatan di UI, yaitu PSAU. Saya berkenalan dengan beberapa teman, mood saya masih bagus, masih tertawa-tawa dan mengobrol. Begitu saya naik kereta, pulang ke rumah, rasanya badan saya remuk. Muka saya terlihat sangat lelah di kaca, padahal hari itu tidak ada kegiatan yang benar-benar menguras fisik. Tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba saya merasakan ketakutan, ingin menangis, dan lelah, jadi satu. Ketika saya sedang di kamar mandi, air mata langsung banjir keluar, saya menangis sejadi-jadinya. Apa coba maksudnya? Saya tahu, saya sedang PMS, tapi saya tidak bisa melakukan apa-apa untuk mengontrol emosi saya. Untuk yang mengikuti akun kedua saya mungkin sempat melihat postingan foto awk*rin nangis beserta caption curhat. Ya, saya sampai segitunya kalau PMS.

Tapi, saya kurang suka dengan tindakan wanita yang kalau sedang PMS jadi marah-marah tidak jelas ke pacarnya sampai akhirnya mereka bertengkar. Memang, sindrom PMS beda-beda di setiap orang, tapi apakah perlu sampai segitunya? Menurut saya sendiri, memang mood susah diatur, tapi reaksi terhadap sesuatu masih bisa diatur. Yang cowoknya juga kalau pacarnya sedang PMS, jangan dicecar ataupun ditanya-tanyain terus.

Memang, cewek + hormon itu hasilnya mantap ces.
Pesan yang dapat diambil dari post ini: jangan macam-macam sama cewek PMS.

Friday, August 5, 2016

Apa yang terjadi (edisi sampai 5 Agustus)

Okeee jadi gue akan singkat dan padat aja. Agustus ini gue OSPEK ye di UI, trus masya Allah menurut gue sih capek parah ya jadi harus siap fisik, padahal belum acara utama lho!!! Nanti gue bakal ngepost juga tentang OKK dan PSAK FISIP tapi ku sensor sikit ya.

Friday, June 10, 2016

Promo JD.id, hoax atau tangan hantu?

Tanggal 3 Juni 2016, gue ngeliat di gadg*tplus.com ada promo JD.id, kayak begini nih.

JD99

Sebagai orang yang ngga mau rugi dan selalu ngejar diskon, gue mikir dong,
"Wah gila, lumayan banget nih, seenggaknya kalo setahun rusak ngga rugi-rugi amat lah, orang cuma cepek ini."
Gue pun langsung ngedownload aplikasinya, jelek sih kalo boleh jujur, maaf ya bukannya ngga ngehargain. Udah ngeregister gitu-gitu, ya udah gue tunggu aja tanggal 6 Juni.

Tanggal 6 Juni 2016, gue buka dong appnya, udah siap-siap nih. Eh taunya... countdown udah abis, button muncul, woops bukan button deng, itu image :) ngga bisa dipencet sama sekali! Gue sampe udah pencet-pencet tuh hp kayak apa tau, tapi emang ga bisa. Gue kepo, gue coba search 'jd id' di Twitter dan yaaakkk.. ternyata ga cuma gue doang yang begitu. Semua orang langsung nyumpah-nyumpahin segala macem. Tapi pas gue cek lagi besoknya, katanya udah ada pemenangnya! Wah magic juga, gue liat puluhan orang yang komplain ga bisa diklik, eh 100 orang ini bisa ngeklik!
ini gue di tanggal 6 juni jam 10 pagi
Nah loh, pertanyaan gue: apakah ini hoax, gue kurang hoki, atau emang JD.id ada tangan hantunya?
Pesan buat jd.id, kalaupun promo kalian bukan hoax, please persiapin yang matang. Kira-kira aja, kalo diskon orang pasti banyak visit ke website kalian, masa servernya lemot?



Monday, May 23, 2016



Jadi tadi gue ke Kokas sama teman-teman Inqucur,
(ingus qu bercucuran)
(((ya shut up it's weird I know)))

dikarenakan Venna baru ulang tahun yang ke-18, tanggal 17 Mei kemarin. Sebelum ke Kokas, kita ngumpul dulu di rumah gue. Gue udah bilang di grup gue mau tidur dulu, kalau udah sampe tolong bangunin, eee 15 menit sebelum waktu yang udah gue tentukan, tiba-tiba ada orang minta tolong soal GO-JEK, oke gue annoyed tapi gue bangun juga he. Lalu gue mendengar ada suara cempreng milik si penraktir. Gue pun ngulet-ngulet ayam dan bangun. Gile, keajaiban banget seorang venna dateng sebelum elmira! Mejik! Abis itu Elmira dateng, dan udah mau jam 15.30 tapi Tya belum dateng. Baru mau ditanyain udah dimana anaknya, eee langsung muncul dia dengan suara khasnya. Barulah abis begana begitu kita caw.

Ya ngga penting sih di Kokas, biasalah cewek kalo ketemu pasti gosip dan cerita-cerita ngga ketinggalan.

kira kira kami seperti ini lah
bohong kok kami ngga gini, serius deh
Nah abis itu kita photobox dan main timezone (ampun deh). Selama 3 tahun jalan kita ngga pernah photobox, samsek. Foto bareng aja jarang lol gue ngga tau apakah ini bagus atau ngga. Besok deh gue kasih hasilnya, males ngescan udah tengah malem begini.

Pas keluar dari timezone udah jam setengah 8 aja, terus ke Sephora dulu, Tya shalat (cie alim!!!)

perbandingan antara anak anak alim dan yang tidak
ini tya yang sedang solat (bling bling gitu)
((ganemu gif yang cewe jadi yha sudah lah))
Kita ke deket Topman lah, cari taksi nih niatnya. EEE pas kesana rame abis, apalagi emang abis ujan. Ya coba deh pake Grab. Udah dapet nih Grabcar, tapi ngga bisa ditelpon, kita sih mikirnya ya udah lah ya ada map-nya ini. Tapi kenapa ngga sampe-sampe... di map udah deket... dan masih ngga bisa ditelpon. Pas diliat keterangannya, pake mobil Rush dan nopol sekian sekian. Depan tempat kita duduk ada mobil putih. Venna udah bilang, ini mobil Rush bukan sih? Cuma kayak selewat gitu aja jadi kita ngga sadar. Barulah pas mas-masnya sms, kita ngecek ini mobil depan kita nopolnya apa... dan ternyata itu Grabcar yang kita pesen. Bodoh anjir wakakakakak di depan mata pada ngga ada yang sadar.

Di mobil juga masih berisik berisik tahi gitu, terus gue sempet ngurusin masalah Gojek. Gila menyebalkan banget sumpah.

me @ that moment
Pas lagi ngobrol gitu kan tiba tiba Venna ngegas wakakaka tapi ngegas bercanda gitu. Ya gue bilang aja,
"Lo tadi pagi sarapan apaan sih? Elpiji ya? Kok ngegas sih!!!"
Hehehehe.

Akhirnya setelah perjalanan mendaki gunung lewati lembah sungai mengalir indah (itu ninja hatori deng) kita sampe rumah setelah nurunin Tya di pom bensin.
BYYEEEEEEEEEEEEEE mau bobok.

(Btw ternyata gue sudah hampir 6 tahun melanglangbuana di dunia blog ini :") huh tidak terasa blog ini jadi saksi kehidupan gue sejak 17 September 2010 iiiiii geli sumpah kelas 7 masa menjijikan dan gue ngga mau itu terulang. Mau sih tapi yang semester 1-nya aja. Gamau yang semester 2. He.)



Sunday, May 22, 2016

setahun kemarin.

Gila, waktu cepet banget ya. Tadi gue baru ngubek-ngubek post lama di blogspot dan wordpress. Hal pertama yang kepikiran sama gue…
“Ih geli abis deh.”
Yak, mungkin hal ini juga bakal terjadi sama kalian semua yang ngeliat foto ataupun tulisan lama. Post terakhir gue disini tentang Labsproject yang sebenernya nggak menceritakan Labsproject dengan detail. Itu bulan Juni 2015. Sekarang udah tinggal 19 hari menuju bulan Juni. Bentar lagi udah mau LP 2016. Kurang cepet apa coba?
Gue belum cerita apapun disini tentang kelas 12 gue. Huhuhu tahun terakhir bersama POKI alias XII IPS 2. Kelas 12… dibilang sibuk banget juga ya ngga soalnya gue sering dirumah cuma sibuk sama PR sama belajar gitu lho jadinya ini bagaikan sibuk tersirat. Keliatannya sih ngga sibuk cuma ya… sibuk. Nih, gue kasih garis besarnya deh.
INTEN-Eldest-SNMPTN-PPKB-UN-SBMPTN-SIMAK/UTUL.
MY REACTION AT THAT MOMENT.
Iya, keliatannya sih cuma 7 kegiatan ya. Cuma prepare-nya yang lama. Gue bakal bahas satu-satu deh.

INTEN.

SUMBER: FUCKYEAHINTEN.TUMBLR.COM
(buset berdedikasi sekali ya author tumblrnya sama INTEN… tapi sayang udah dihapus, padahal gue penasaran apa isinya)
Alias PROSUS INTEN. Setau gue sih, INTEN itu artinya intensif. Iya emang intensif banget yak. Gue yang IPS aja udah megap-megap, apalagi yang IPA. Nggak megap-megap banget sih sebenernya. Buat yang kelas 11 yang nanti ikut INTEN, santai aja lah, tapi sambil dikerjain. Jangan progress dikumpulin sampe minggu terakhir, kalo gitu caranya ya alamat ke INTEN lain nyari guru matpel yang dibutuhin. Gue awal-awal selalu nyicil progress, jadi pas yang lain kelabakan nyari progress, gue mah udah santai aja :) ya meskipun sekitar 2 atau 3 TO terakhir gue progressnya mepet, cuma yaaaah ya udah dibawa asik aja.
Tapi menurut gue, ya, kalo bisa jangan nyontek progress orang. Lumayan berguna sih progress, kalo buat gue. Jadinya kalau dirumah pasti buka-buka catetan, seenggaknya ada yang nyantol deh. Bagian yang paling malesin dari progress adalah: ngegunting dan nempelin ke buku progress. Jadi saran gue, hal pertama yang HARUS LO LAKUKAN sebelum ngerjain adalah: gunting dan tempel dulu. Ngerjain soal bisa dimana aja, tapi kalo gunting dan tempel kan lebih berantakan wakakakak.
Oh ya, INTEN ini fokusnya ke SBMPTN ya. Mereka ngajarin materi UN juga sih, cuma, kalo kata wali kelas gue, Pak Dikson Silitonga alias Pak DK, guru Geografi yang suka nyengir=nyengir licik, dan namanya suka gue salah ketik jadi… Diskon, “Kalian kalo cuma mau lulus UN, ngga usahlah INTEN segala. Ngga usah bimbel juga kalian pasti lulus.” Btw dia lulusan Ekonomi lho, tapi ngajarnya Geografi. Ngga ngerti juga kenapa.
KIRA-KIRA BEGINI LAH SENYUMNYA PAK DK.
Nah, nanti abis UN. Jangan ngarep bisa lepas dari INTEN!!! Muahahahaha. Waktu tahun ini sih, karena UN selesai hari Rabu/Kamis ya gue lupa, jadi Intensif baru mulai hari Senin depannya. Lumayan kan buat leyeh-leyeh sebentar setelah dijejelin materi UN sama sekolah dan INTEN. Intensif sendiri ada 3 sesi, pagi, siang, sore. Untung gue dapet yang pagi, tapi jadi berasa sekolah lagi gara-gara masuknya jam 7 pagi. Selesai jam 10.15, terus gue ngga langsung pulang. Biasanya ngobrol-ngobrol sambil ngerjain soal-soal lagi sama temen-temen, baru pulang barang jam 12-an. Setiap hari dikasih soal TPA, yang dikerjain dan dicek jawabannya sendiri. Di kelas, setiap pelajaran ada tes mandiri yang harus dikumpulin besoknya, jadi otomatis pasti buka catetan lagi. Nah, pas lagi periode intensif ini, sambil deg-deg serrrr juga nunggu hasil…

SNMPTN.

Terimakasih kepada Allah SWT, mamak bapak, dan teman-teman gue, yang muncul saat gue ngecek penerimaan.snmptn.ac.id setelah ngejogrok sejam, nungguin jam 13.00 adalah…
SNMPTN - Copy
Alhamdulillahirabbilalamin.
Jujur aja, gue kaget. Gue berharap banyak sama undangan tapi gue ngga mengira bakal dapet. Hal pertama yang gue lakukan adalah nangis. Ya, nangis menjerit. Ngga usah dibayangin ntar geli. Gue aja geli pas ngaca.
Proses SNMPTN ini lumayan lama. Tahun ini sistemnya pake PDSS, dan ngga semua murid bisa masukin data ke universitas. Jadi dipakein kuota gitu. Terus ya biasa, digantungin universitas sekitar ±2 bulan. Tiba-tiba pengumumannya dimajuin, pula. Tadinya 10 Mei 2016, jam 17.00, jadi 9 Mei 2016, jam 13.00
Waduh jadi kelupaan Eldest deh. Abisan INTEN nyambungnya ke SNMPTN sama SBMPTN.

ELDEST.

Kelompok gue namanya Quotees, Co.
Kita jualan tee yang ada quote-nya. Tapi bukan quote galau-galau gitu. Nasionalis, men, kita pakenya quote dari tokoh-tokoh Indonesia!
Kelompok gue isinya gue (yha iyalah), Elmira, Tya, Venna, Ghe, Kanya, Dhira, Saka, Rama.
(((to be continued karena gue kemarin baru prom dan mata gue perih seperihnya.)))
(Baru dilanjutin 22/5/16 hehe sorry! Not sorry.)
Gue lanjutin yang Eldest ya. Terus selama ngerjain tugas Eldest ini, yang tugasnya ini buat nilai B Indo, B Inggris, Ekonomi, Seni Musik, Seni Rupa dan gue ngga tau apa lagi, gue ngerasa apa ya, oke gue capek, tapi gue seneng selain karena keuntungan kita lumayan (HAHAHA MONEEEYYY)
((ANJIR BARU INGET DUIT GW KEMANA YG ABIS WISUDA FAK LUMAYAN PEGO!!!))
Oke duitnya ketemu, ada di tas. Untung ketemu.
Ada beberapa kendala yang kita hadapin, yaitu vendor, lokasi vendor, dan vendor. Menurut gue sih, begonya kita itu, desain dulu baru vendor!!! Kita juga ngga ada kenalan vendor sama sekali. Alhasil kita agak terlambat cari vendornya. Ada yang inisial ESKA, di Tangsel, dan itu sumpah susah banget ngehubunginnya, udah di email supaya bisa dapet harga tapi dia ngga bales-bales, alesannya lagi mati lampu lah, ditelpon juga jutek banget. Apaan deh, niat dapet orderan ngga sih? #kzl #sebel
Akhirnya, kita dapet vendor, gatau namanya apa, yang ngurus namanya Kang Rusdi, dan dia kenalan tantenya Ghe. Lokasinya di Bandung, jadi Ghe sempet ke tempatnya sekali sama siapa ya.. gue lupa. Pokoknya desain udah kelar, vendor udah oke, nah kita nyari packaging. Dengan bantuan manusia bernama Venna, packaging pun kelar dan dipaketin ke rumah Ghe.
H-1 Eldest. Gue, Tya, Elmira, dan Venna, tanpa malunya minta nginep di rumah Ghe buat ngepack-in baju, karena baru sampe malem hari. Sebenernya kita digantungin sih. Kita nungguin Kang Rusdi ngepaket bajunya lewat travel sampe berapa jam, dan sampe sempet juga nonton di Metropole dulu dan baru beli tiket 15 menit sebelum masuk!!! Long story short, kita pulang terus janjian lagi di rumah Ghe. Jam 5 sorean gitu kita udah pada sampe, tapi bajunya belom ada, dan kita ngepack sekitar 100-200 baju gitu, buset gimana coba. Jam 6 atau 7 malem baru sampe bajunya. Elmira pergi ke sekolah buat ngecek stand, Venna dan Ghe nyetak banner atau apa gitu. Jadilah gue sama Tya ngepack baju-bajunya.
Buat yang gatau Tya, dia ngga suka Taylor Swift. Dan pas kita lagi masang youtube biar ngga sepi, play next-nya selalu lagunya TS terus muka dia udah asem gitu HAHAHAH. Jam berapa ya kita baru tidur, kayaknya sekitar jam 12-an deh.
Hari-H Eldest. Jam 5 kita bangun, terus makan dan segala macem. Udah mau pesen taksi nih, gara-gara Rama ngga bisa dihubungin. Tiba-tiba pas taksinya dateng, Rama juga dateng. Kampret. Akhirnya kasian sama Bapaknya, kita kasih sedikit deh. Sampe di sekolah, karena takut ngga laku kita cuma sedia sekitar 15 baju kali ya. Turns out sekitar 3 jam udah abis. Tau gitu stok lebih dah. Udah deh, ngejogrok sampe sore nungguin yang ambil PO aja. Setelah itu, gue, Ghe, Rama, Kanya, ke rumah Ghe dulu buat ngurusin yang PO ke luar sekolah. Capek, tapi seneng sih, hehe. Apalagi duitnya. (((TETEP DEH))) (maap namanya juga butuh duit)

PPKB.

Hola PPKB! Alias Program Pemerataan Kesempatan Belajar, yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia. Untuk PPKB ini, kayak undangan khusus UI, dan bukan S1 Reguler, tapi Pararel, Internasional, atau Vokasi. Biayanya juga beda… heleh. Kalo program reguler ngga ada uang pangkal dan boleh minta keringanan, kalau PPKB ini ngga boleh kecuali sangat mendesak (gue liat di webnya). Kalo di SMA gue, ngga boleh tuh ngambil PPKB terus ngambil undangan selain UI, karena takutnya undangan keterima, PPKB juga keterima, ngerti kan maksudnya? Heheh. Selain itu, gue pikir, swasta itu kena diskriminasi juga kalo masalah undangan… Temen gue ada tuh yang keterima undangan di Unpad, terus keterima jurusan yang sama di PPKB UI. Akhirnya dia ngambil PPKB UI. Welcome to the club!

UN.

Ini adalah ujian nasional terbangke. Gue ngga tau tahun lalu gimana ya, cuma tahun ini menurut gue bangke, kecuali bagian CBT-nya. Dari TO sampai UN, semuanya pake komputer. Oke oke aja sih, karena kita ngga usah buletin. Cuma kurang enaknya, karena jarak antara murid deket banget, jadi rawan dicontekin dan ujung-ujungnya ngobrol. Ngga bisa coret-coret kertas juga, jadi kurang greget gitu kalo lagi ngitung. Ngerti kan maksudnya gimana. Hasilnya… ngga usah dideskripsikan ya. Rata-ratanya sih ngga jelek, meskipun gue berharap lebih dari itu. Cuma ada satu mata pelajaran yang masyaAllah gue ngga ngerti, emang jawabannya ada dua, gue yang bego, atau soalnya yang aneh??? Prolly gue yang bego dan soalnya yang aneh (gamau disalahin). Ngga cuma gue doang soalnya yang dapet segitu, mayoritas juga ngga jauh-jauh amat dari nilai ‘segitu’ HEH.
INI GUE, KETIKA GUE NGEBUKA SOAL MATA PELAJARAN TERKUTUK TERSEBUT YANG TANPA GUE SEBUTKAN PUN KALIAN YANG UN IPS PASTI TAU INI MATA PELAJARAN APA
Dan ada satu mata pelajaran yang gue yakin banget di pelajaran itu dan tiba-tiba hasilnya… Allahuakbar, Tuhan Maha Besar. Ya tapi gue bersyukur sih hehe.
I’M LOOKING AT YA, BAHASA INGGRIS.

SBMPTN-SIMAK/UTUL.

Alhamdulillah, gue ngga usah ngelewatin tes-tes tertulis ini, disebabkan oleh hal yang telah gue jelaskan di paragraf SNMPTN.

PROM.

Yeah, prom!!! No I’m not that kind of girl who loves to go to prom. I prefer watching movie or reading great book than going to a prom. But well, here I am. I’m okay, though :D
Jadi, perjuangan gue cari baju prom ini agak sedikit gimana gitu ya. Gue abis UN tuh kayak yang ‘halah, ntar aja cari baju prom’ eh tiba-tiba udah tanggal 25-an… dan prom itu tanggal 9. Gue coba lah cari ke Mangga Dua. EEEE alamak, gue jadi kayak karung pake baju-baju disana, atau karena emang gue mepet banget carinya jadi ngga dapet, ngga tau deh ya. Cuma ukuran gue ini emang aneh, gue rada gemuk, tapi pinggang gue kecil, dan gue pendek. Dressnya sama gue tinggian dressnya kemana-mana. Di dalem hati udah bilang gini,

MAMPUS NGGA DAPET-DAPET.

Terus nyokap gue memberikan ide brilian yang sangat mepet. “Gimana kalo buat baju aja? Ibu ada kenalan kan di sugi,” ok mamak. Ibu gue pun ngeline penjahitnya, “Mas, bisa ngga buat dress prom, dipake tanggal 9?” Dia jawab bisa. Besoknya pun gue ke sugi, EH mas-mas penjahitnya kayak setengah ngomel gitu gara-gara waktunya mepet banget, cuma sekitar 10 harian. Kurang dari 2 minggu lah. Dan nyokap gue minta buat 2 baju, untuk gue dan kembaran gue. Gilak. Masih untung ada penjahit yang mau terima. Ya akhirnya, gue buat dressnya pendek karena kalo gue pake dress panjang gue jadi kontet dan kelihatannya kayak gue diseret sama dress, bukan gue nyeret dress. I had fun! Terus teman gue yang sangat baik, Sisi, ngajak gue nginep di kamar dia HEHEHE I LOVE YOU CIIII. Dan gue, Tya, Sisi, ngga tidur-tidur sampe sekitar jam 2 lantaran alasan yang tidak jelas (ngobrol gajelas maksudnya), Dini lagi di kamar mandi. Jam 5 gue udah bangun, gilak seharian mata gue perih dan kayak ngawang-ngawang gitu, rambut lepek boam deh sampe rumah tidur dulu 3 jam, baru keramas. Damn, gue sedikit menyesal kenapa gue ngga photobooth lebih banyak dengan orang-orang. Huhu.

WISUDA.

HUHUHUHU secara tidak langsung ini adalah upacara pengusiran pelepasan kami sebagai murid SMA Labschool Jakarta. Nah, gue bikin kebaya bahkan sebelum gue buat dress prom, padahal kan tanggalnya prom duluan. Wisuda tahun ini di Balai Sudirman, jam 7 pagi… friggin’ 7 a.m plis itu pagi banget gimana gue dandannya???
Alhasil gue pun bangun jam 4! PAGI!!! Ugh sumpah masih ngantuk cuma mau gimana lagi. Terus gue baru jalan ke sana sekitar jam 6.50 padahal disuruh kumpul jam 7… dan ajaibnya gue sampe sana jam 7.15, mejik sekali. Ada juga kok temen sekelas gue rumahnya di Bekasi, jam 7 baru masuk tol dan akhirnya dia sampai ke tempat jam 8.30…. masih untung sampe tempat dengan selamat, ya ngga Jes?
Heheh jujur aja agak sedih ngga dapet penghargaan apa-apa. Seperti biasa, chairmate 3 tahun gue, Tya, dia dapet penghargaan. Ngga heran sama sekali sih. Congrats bru! Dia juga dapet undangan UGM HEHE. Sumpah, gue pernah doa semoga kalo undangan Tya keterima, gue juga keterima, biar gue ngga belajar bareng. My best study partner! Huehe.
Gue, sudah resmi menjadi alumni SMA Labschool Jakarta tahun 2016. You will be missed, so much. Banyak memori aneh, lucu, dan menyenangkan. :)
YEAH, THAT’S YOU.
AAAHHH akhirnya selesai juga ceritanya. Jadi, inilah setahun ke belakang, SMA yang akan gue kangenin setengah mampus.
Agustus, gue bakal ikutin OSPEK. Hello, OSPEK dan kuliah. Hope you’re going to be great!