Thursday, August 11, 2016

Cewek + Hormon

Halo aku kembali. Bagi yang sudah melihat post saya kemarin tentang ketakutan saya di kuliah... Maafkan saya. Pengaruh PMS ternyata parah ya. (Mau nyoba pake saya hehe JIJIK AKH cuma ya sudahlah, dicoba dulu.)

Biar lebih jelas, saya akan sedikit menjelaskan apa itu PMS.
PMS itu kepanjangan dari Premenstrual Syndrome, bukan Penyakit Menular Seksual. Beda ya guys, jangan disamain. Biasanya PMS ini terjadi 7-10 hari sebelum siklus (ya, ya, sebut saja siklus, rasanya awkward nyebut di blog.) dan gejalanya meliputi mental dan fisik. Untuk fisiknya, misalnya seperti muncul jerawat, sering lapar (me!!!), nyeri di punggung dan pinggang. Sementara untuk mental, seperti rasa depresi, mudah tersinggung, dan mood labil.

Kalian pasti sering denger kata-kata begini,
"Ah, dia marah-marah mulu, pasti lagi PMS."
Atau buat cowok,
"Gila, cewe gue lagi sensi banget, mau dapet kali ya?"

He. Sebenernya saya agak gimana gitu sama kalimat-kalimat itu, kesannya seperti wanita yang dalam periode tertentu sering marah-marah itu pasti PMS. Saya pernah membicarakan ini dengan teman saya yang feminis garis keras (Hi, El!) ((Dia nggak baca blog ini sih)), dan dia tidak setuju dengan pernyataan di atas. Tapi, sekeras apapun kamu menyangkal, akui saja, ada sisi benarnya kok.

Saya baru mengalami ini beberapa hari lalu. Tanpa alasan jelas, saya ingin marah-marah ke semua orang. Ke adik saya, ke kakak saya, ke keponakan saya, bahkan kepada ibu saya. Kalau dideskripsikan, kira-kira pikiran saya isinya,
"Apaan sih elah."
Selama sehari, atau dua-tiga hari? Pokoknya, dalam periode itu, saya rasanya ingin menemplak seseorang, kalau perlu sampai tangan saya merah dan sakit. Mood saya rasanya hancur lebur.

Kebetulan siang hari itu saya sedang ada kegiatan di UI, yaitu PSAU. Saya berkenalan dengan beberapa teman, mood saya masih bagus, masih tertawa-tawa dan mengobrol. Begitu saya naik kereta, pulang ke rumah, rasanya badan saya remuk. Muka saya terlihat sangat lelah di kaca, padahal hari itu tidak ada kegiatan yang benar-benar menguras fisik. Tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba saya merasakan ketakutan, ingin menangis, dan lelah, jadi satu. Ketika saya sedang di kamar mandi, air mata langsung banjir keluar, saya menangis sejadi-jadinya. Apa coba maksudnya? Saya tahu, saya sedang PMS, tapi saya tidak bisa melakukan apa-apa untuk mengontrol emosi saya. Untuk yang mengikuti akun kedua saya mungkin sempat melihat postingan foto awk*rin nangis beserta caption curhat. Ya, saya sampai segitunya kalau PMS.

Tapi, saya kurang suka dengan tindakan wanita yang kalau sedang PMS jadi marah-marah tidak jelas ke pacarnya sampai akhirnya mereka bertengkar. Memang, sindrom PMS beda-beda di setiap orang, tapi apakah perlu sampai segitunya? Menurut saya sendiri, memang mood susah diatur, tapi reaksi terhadap sesuatu masih bisa diatur. Yang cowoknya juga kalau pacarnya sedang PMS, jangan dicecar ataupun ditanya-tanyain terus.

Memang, cewek + hormon itu hasilnya mantap ces.
Pesan yang dapat diambil dari post ini: jangan macam-macam sama cewek PMS.

No comments:

Post a Comment