| sumber: loudwire.com |
Kaget? Jelas. Sedih? Banget. Linkin Park adalah salah satu band kesukaan gue selain Coldplay. Gue, jujur, bukan tipe orang yang suka baca-baca lirik dan dipahami artinya, tapi setelah kematian Chester ini, gue baru tahu kalau lagu LP banyak yang isinya tentang depresi.
Sedikit cerita aja, dulu gue nggak pernah ngefans sama band tertentu, karena menurut gue sama aja. Selama lagunya enak, ya gue dengerin. Dulu pas jamannya lagu 'Numb', album Meteora kalau ngga salah, nah gue jatuh cinta sama band ini. Band lain banyak lagu yang enak didenger, tapi band ini enak banget didenger lagunya. Gue cari-cari di Google lagunya dan ya ampun, I found a hidden treasure. Scream-nya itu lho, gue pernah nyoba niruin terus langsung sakit leher. Hadeh.
Tahun ke tahun, gue masih ngefans sama LP. 2010, mereka konser di GBK tapi karena suatu hal gue nggak nonton. Denger berita hari ini cukup membuat gue menyesal karena nggak nonton. Yah ya udah lah, bukan rejeki berarti. Ngomong-ngomong, gue sampai pake pakaian warna hitam hari ini sebagai tanda berduka.
Balik lagi ke Chester.
Katanya, penyebab kematian Chester ini lantaran depresi dan kecanduan alkohol serta narkoba. Yang gue dengar, dulu pernah sembuh, tapi relapse lagi. Masa kecilnya pun bukannya yang ceria-ceria amat. Orangtuanya cerai, pernah jadi korban bullying dan pelecehan seksual di umur 7 tahun sampai 13 tahun (sumber). Gila, anak sekecil itu udah jadi korban pelecehan seksual?!
Mungkin banyak faktor yang bikin Chester mutusin buat ngambil nyawanya sendiri dengan gantung diri. Buat orang yang ngatain pengecut, menurut gue nggak sepenuhnya benar. Keputusan untuk bunuh diri nggak diambil dengan waktu singkat. Gue yakin 99% kalau ini pilihan yang dia pilih dari lama. Rasa kepingin bunuh diri tentu nggak bisa ditunda, tapi gue menyayangkan karena dia bunuh diri di tengah tur dunia.
Single mereka yang baru, 'Heavy' dan 'Good Goodbye', siapa sih yang belum dengar di radio? Gampangnya, mungkin orang liat mereka lagi terkenal banget deh. Itu dari luar. Siapa yang tahu kalau ternyata lirik lagu-lagu LP banyak yang menyiratkan rasa depresinya Chester? Heavy aja sebenarnya lagunya suram kalau lo baca liriknya.
Kemarin Oka Mahendra (mantan Awkarin) bunuh diri, hari ini Chester Bennington. Dua kejadian yang waktunya dekat ini bisa kita ambil pelajarannya, yaitu, sakit mental (mental illness) itu hal yang nyata, bukan buatan pikiran doang.
Mungkin ada yang bilang, pas jaman gua ga ada beginian. Ya itu jaman situ, jaman sekarang tekanan lebih banyak, stres makin naik, gimana nggak jadi penyakit, sih?
Ini asumsi gue aja, tapi ambil contoh dari Chester. Dia pasti tajir dari penjualan album dan lain-lain, punya istri dan anak banyak. Kurang apa lagi sih? Masa iya lu stres? Hidup lu kan udah lengkap! Lu beribadah gih, pasti karena lu nggak deket sama Tuhan. Gak masuk akal gue sih sebenarnya. Lu bisa, kok, punya banyak hal di hidup lu tapi tetap ngerasa kosong dan stres.
Tapi memang ada kuncinya sih, yaitu bersyukur. Eh, bukan berarti mental illness bisa disembuhin hanya dengan 'bersyukur' ya.
Sakit yang begini kan nggak kelihatan dari luar. Ini yang suka bikin orang menyepelekan sakit mental. Karena diremehkan, si penderita jadi nggak tau mau cerita ke siapa. Stresnya ketahan di diri sendiri, selanjutnya ya... bisa begini.
Sebenarnya gue cuma mau bilang sih, kalau sakit mental itu nyata dan nggak segampang itu disembuhkan dengan cara 'mendekatkan diri pada Tuhan'. No, it's not that simple.
Solusinya apa kalau lu punya teman yang rasa-rasanya ada keinginan mau bunuh diri ataupun depresi? Dengerin cerita dia dan mungkin bantu cari solusi yang realistis? Yang jelas bukan dengan nyepelein masalah mereka.
Gue nggak bisa nebak gimana kelanjutan Linkin Park setelah ditinggal Chester. Buat sekarang gue cuma bisa ngucapin,
Rest in peace, Chester Bennington...
No comments:
Post a Comment