(Seringkali gue lihat sapi yang menangis atau matanya memerah semalam sebelum Idul Adha. This one's for you.)
Ah, kenapa aku dibawa ke tempat ini? Kemarin-kemarin aku hidup tenang, makan rumput dan singkong, tapi, kok, sejak disini perasaaanku nggak enak ya?
Duh, perasaan nggak enak ini makin kerasa. Dari tadi aku denger suara-suara aneh, kayak nangis, tapi nggak ngerti juga itu apa.
Air mataku meleleh tanpa ku sadari. Mataku perih, semalaman dengar suara-suara itu, nggak bisa tidur, deh.
Duh, apa sih, ini bocah-bocah pada ngeliatin aku? Emangnya aku tontonan?
Lho, kok makin rame ya di sekitar sini? Aku liat ada beberapa orang bawa benda-benda yang nyeremin. Mau ngapain ya dia? Pakai nepok-nepok badanku segala pula.
Kakiku ditarik pakai tali! Aduh! Kok, mereka kasar banget sih? Sakit! Aku diseret-seret! Mereka bawa benda nyeremin itu! Aku nggak bisa apa-apa. Ini makanya dari kemarin perasaanku nggak enak?
Aku memberontak.
Aku kalah.
Mereka lebih kuat.
Aku kembali terkapar di muka bumi.
Sret.
Crot.
Merah dimana-mana.
Pandanganku memudar.
Aku hilang.
No comments:
Post a Comment