Tuesday, September 13, 2016

Sapi dan Idul Adha

(Seringkali gue lihat sapi yang menangis atau matanya memerah semalam sebelum Idul Adha. This one's for you.)

Ah, kenapa aku dibawa ke tempat ini? Kemarin-kemarin aku hidup tenang, makan rumput dan singkong, tapi, kok, sejak disini perasaaanku nggak enak ya?

Duh, perasaan nggak enak ini makin kerasa. Dari tadi aku denger suara-suara aneh, kayak nangis, tapi nggak ngerti juga itu apa.

Air mataku meleleh tanpa ku sadari. Mataku perih, semalaman dengar suara-suara itu, nggak bisa tidur, deh.

Duh, apa sih, ini bocah-bocah pada ngeliatin aku? Emangnya aku tontonan?

Lho, kok makin rame ya di sekitar sini? Aku liat ada beberapa orang bawa benda-benda yang nyeremin. Mau ngapain ya dia? Pakai nepok-nepok badanku segala pula.

Kakiku ditarik pakai tali! Aduh! Kok, mereka kasar banget sih? Sakit! Aku diseret-seret! Mereka bawa benda nyeremin itu! Aku nggak bisa apa-apa. Ini makanya dari kemarin perasaanku nggak enak?

Aku memberontak.
Aku kalah.
Mereka lebih kuat.
Aku kembali terkapar di muka bumi.
Sret.
Crot.
Merah dimana-mana.
Pandanganku memudar.
Aku hilang.

No comments:

Post a Comment